Asisten I Setda
Flores Timur (Flotim), Abd Razak Jakra, S.H, mengakui perkembangan setiap tahun
kasus HIV-AIDS di Flotim tergolong tinggi. Sejak tahun 1997 hingga Maret 2015,
penyakit AIDS sebanyak 155 kasus dan HIV 35 kasus.
"Secara
keseluruhan sudah 190 penderita HIV/AIDS. Dan, penyakit ini seperti gunung es,
semakin ke dalam semakin banyak. Satu penderita seperti 1.000 penderita,"
kata Jakra
kepada wartawan
seusai memberikan sambutan pada acara penyuluhan HIV/AIDS di Pulau Adonara,
Sabtu (20/6/2015).
Menurutnya, kondisi
saat ini sebanyak 101 korban meninggal sia-sia dan masih 89 orang yang hidup.
Sebarannya, antara lain di Larantuka 45 orang, Adonara Timur (16), Ile Mandiri
(14), Lewolema (11), Ile Boleng (11), Kelubagolit (11), Adonara Tengah (9),
Adonara (7), Witihama (7), Solor Barat (6), Ile Bura (6), Tanjung Bunga (5),
Solor Timur (4), Wulanggitang (4), Demon Pagong (3), Wotan Ulumado (3) dan
Titehena (3).
Dan, berdasarkan
jenis pekerjaan, kata matan Asisten III dan Sekwan Flotim, yang terbanyak
adalah ibu rumah tangga 48 orang, eks perantau 40, petani 31, wiraswasta 14,
sopir 11, PNS 8, PSK 5, ojek 6, buruh 3, nelayan 3, polisi 2, pedagang 2. Dan,
berdasarkan kelompok umur mulai dari balita hingga kakek dan nenek.
"Data yang
dipaparkan ini adalah data dari Dinas Kesehatan sehingga valid. Dan, paling
banyak penderitanya adalah di Kecamatan Larantuka. Jumlah penderita, termasuk
bayi terinfeksi HIV dan AIDS ini, diperkirakan akan meningkat," ujarnya.
Ia juga mengaku,
jumlah pengidap HIV/AIDS di NTT juga meningkat dan data di tahun 2014 mencapai
3.041 orang, sejak ditemukan pertama kali di Flores Timur pada 2007 silam.
"Ini jumlah
kasus yang berhasil didata, tapi masih banyak yang tidak terdata,"
katanya. Jakra berharap masyarakat melakukan VCT di RSUD Larantuka. Semua orang
bisa terinfeksi HIV/AIDS ()
Tidak ada komentar:
Posting Komentar