![]() |
|
Foto: Atulolon Gerzon Pelogo
|
Konga – Sejumlah petani penerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) mengikuti pelatihan penggunaan rice planter yang berlangsung di areal persawahan Konga, Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam mengoperasikan teknologi pertanian modern guna mendukung peningkatan produktivitas usaha tani padi.
Pelatihan dilaksanakan secara praktik langsung di lahan sawah sehingga para peserta dapat memahami tahapan penggunaan alat tanam padi tersebut. Petani tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang dipandu oleh instruktur dan tenaga teknis pendamping.
Rice planter merupakan alat tanam padi modern yang berfungsi untuk memindahkan bibit padi dari persemaian ke lahan tanam secara lebih cepat dan teratur. Penggunaan alat ini dinilai mampu menghemat waktu, tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya padi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai bagian-bagian mesin, cara pengoperasian, pengaturan jarak tanam, teknik perawatan, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gangguan saat penggunaan alat.
Pelatihan ini penting agar bantuan alsintan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Dengan memahami cara penggunaannya, petani diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja di sawah, ujar salah seorang instruktur.
Setelah menerima materi teori, para peserta diberi kesempatan mencoba mengoperasikan rice planter secara bergantian. Mereka mempraktikkan cara memasukkan bibit padi, mengatur laju mesin, hingga mengarahkan alat agar menghasilkan pola tanam yang rapi dan seragam.
Salah seorang petani mengaku senang memperoleh pelatihan tersebut karena menjadi pengalaman baru dalam kegiatan bercocok tanam.
Biasanya kami menanam padi secara manual. Dengan adanya pelatihan ini, kami belajar menggunakan teknologi yang dapat mempercepat pekerjaan. Semoga ke depan hasilnya juga semakin baik, ungkapnya.
Penggunaan rice planter diharapkan dapat mengatasi keterbatasan tenaga kerja saat musim tanam sekaligus mendukung modernisasi pertanian di tingkat petani. Selain itu, pola tanam yang lebih teratur diyakini mampu menunjang pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi.
Para penerima bantuan alsintan juga diingatkan untuk merawat dan memanfaatkan alat secara bersama-sama sesuai ketentuan kelompok tani, sehingga keberadaan alsintan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh anggota.
Pelatihan penggunaan rice planter di Sawah Konga menjadi langkah nyata dalam mendorong petani agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian. Dengan dukungan alat modern dan peningkatan kapasitas petani, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.
Bagi para petani, kehadiran rice planter bukan sekadar bantuan alat, tetapi juga simbol perubahan menuju pertanian yang lebih maju, efisien, dan berdaya saing.
![]() |
Foto: Atulolon Gerzon Pelogo |
![]() |
Foto: Atulolon Gerzon Pelogo |
![]() |
Foto: Atulolon Gerzon Pelogo |
![]() |
Foto: Atulolon Gerzon Pelogo |
![]() |
Foto: Atulolon Gerzon Pelogo |






Tidak ada komentar:
Posting Komentar